Athincomp's Blog

April 23, 2010

MULTITASKING

Filed under: Uncategorized — by athincomp @ 3:30 pm

MULTITASKING
• DEFINISI MULTITASKING
Multitasking dalam dunia komputer berarti melakukan pekerjaan yang berbeda secara realtime dan
bersamaan dalam satu perangkat.
Arti istilah Multitasking dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut
Beberapa program dapat berjalan pada saat yang bersamaan. identik dengan multiprogramming.
Multitasking merupakan suatu modus dari sistem operasi. Terdapat beberapa jenis dari multitasking ini,
yaitu: Sistem Multitasking, Time-Slice Multitasking, Cooperative Multitasking, Cooperarative
Multitasking dan Context Switching.
 Sistem multitasking
Sistem Multitasking merupakan sistem yang mampu mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus pada
saat yang bersamaan.
Arti istilah system dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut
Suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk
melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
Esensinya sistem terdiri dari:
1. komponen-komponen dalam sistem tersebut, mencakup
- perangkat keras/hardware,
- perangkat lunak/software,
- prosedur-prosedur/procedure,
- perangkat manusia/brainware, dan
- informasi/information itu sendiri;
2.serta fungsi-fungsi teknologi di dalamnya yaitu:
- input,
- proses/process,
- output,
- penyimpanan/storage dan
- komunikasi/communication.
Dalam atribut file istilah ini merupakan bahwa file yang dimaksud merupakan file system atau
merupakan file yang berupa program computer
 Time-Slice Multitasking
Arti istilah Time-Slice Multitasking dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut
merupakan salah satu jenis multitasking yang digunakan pada beberapa sistem operasi, terutama pada
OS/2, dimana setiap tugas memperoleh perhatian dari Microprocessor berdasarkan pembagian waktu
proses. Agar proses dapat dilaksanakan dengan baik, maka sistem tersebut diberi tingkat prioritas atau
diproses berdasarkan urutan.
Arti istilah operating system dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut
Disingkat dengan OS. Sistem Operasi. Perangkat lunak sistem yang mengatur dan mengendalikan
perangkat keras dan memberikan kemudahan penggunaan komputer ke pemakai. OS ini mengontrol
penyimpanan data, input, output dari suatu perangkat ke perangkat lainnya.
Dalam saat menjalankan tugasnya OS ini memiliki tugas utamanya (OS Task) dan Sasarannya (OS Target).
Sistem operasi mempunyai dua tugas utama, yaitu :
1. Pengelola seluruh sumber daya sistem komputer (sebagai resource manager).
2. Sistem operasi sebagai penyedia layanan (sebagai extended}}/ngsi:function}}-fungsi yang baru tanpa
mengganggu layanan yang dijalankan oleh sistem komp’ style=’color:blue’>virtual machine).
 cooperative multitasking
Arti istilah cooperative multitasking dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut
merupakan multitasking yang diterapkan pada Macintosh serta pada banyak sistem operasi terbaru
(Microsoft Windows), dimana tugas pada latar belakang (background diberi waktu untuk memproses
selama waktu sepi dan tidak banyak digunakan oleh tugas pada latar depan (foreground).
 cooperarative multitasking
Arti istilah cooperarative multitasking dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut
Merupakan salah satu type multitasking dimana satu tugas latar belakang atau lebih diberikan waktu
pemrosesan selama tugas-tugas latar depan menganggur hanya jika tugas-tugas latar belakang
mengijinkannya.
Arti istilah pemrosesan dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut
Kegiatan yang melakukan pengolahan suatu data menjadi informasi. Informasi dari beberapa data
masukan, dan hasil dari proses tersebut menghasilkan output.
 context switching
Arti istilah context switching dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut
alihan switching, merupakan salah satu jenis dari multitasking yang paling sederhana, dimana dua
aplikasi dipanggil sekaligus, namun hanya yang menjadi latar depan (foreground) diberikan waktu
proses, sedangkan untuk mengaktifkan aplikasi yang lainnya (background) adalah dengan mengaktifkan
jendela ke aplikasi yang dimaksud, sehingga menjadi aplikasi foreground.
• KONSEP MULTITASKING
Konsep multitasking harusnya tidak hanya diberlakukan untuk komputer, mungkin dahulu sebenarnya
konsep ini malah diadopsi oleh pembuat sistem operasi dari kehidupan keseharian manusia. Lihat saja
seorang ibu bisa memasak sayur, menanak nasi sambil menggendong anaknya.
Nah dengan konsep multitasking harusnya kita bisa mengerjakan beberapa pekerjaan dalam waktu yang
hampir bersamaan. Dan yang penting dari konsep ini adalah bagaimana menyelesaikan semua pekerjaan
yang dilakukan secara persamaan itu dengan baik. Ataupun jika terdapat salah satu pekerjaan yang
hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan maka tidak akan mengganggu pekerjaan yang lain.
Sebenarnya konsep dasarnya begitu sederhana, tapi dalam mengaplikasikannya dalam kehidupan
sehari-hari kadang tidak semudah yang dibayangkan. Beberapa hal yang membuat pengaplikasian
multitasking tidak berjalan dengan lancar adalah kurang bisanya melakukan manajemen prioritas,
gagalnya manajemen waktu dan yang terakhir adalah ikut peran sertanya masalah hati dan perasaan.
 Kurang bisanya melakukan manajemen Prioritas
Dalam sistem operasi sendiri penyelesaian task task yang ada saja menggunakan prioritas. Ada yang
menggunakan prinsip first in first out (FIFO), ada yang memakai last in first out (LIFO), ada juga yang
berdasarkan urgensi dari task yang dijalankan.
Begitu pula dalam kehidupan, harusnya segala pekerjaan yang ada kita pasang prioritasnya. Ada yang
memang harus cepat diselesaikan karena menyangkut hajat hidup orang banyak, ada yang bisa
dikerjakan dua jam lagi. Tapi saat semua terasa urgen bagaimana mensikapinya? Kalau kita telusuri
tentanya dibalik yang urgen-urgen itu pasti ada yang paling urgen. Nah kita bisa mengklasifikasikan
berdasarkan ke-urgen-an pekerjaan yang ada, atau ada juga orang yang menyusun prioritas berdasarkan
deadline yang diberikan pada setiap pekerjaan.
 Gagalnya Manajemen Waktu
Kegagalan memanage waktu adalah banyak alasan kenapa multitasking dalam kehidupan sehari hari
gagal. Kadang seseorang terlalu terkuras waktu dan energinya untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan
sehingga pekerjaan yang lain terbengkalai atau kehabisan waktu dan energi saat akan mengerjakan
perkerjaan berikutnya. Yang lebih parah lagi jika ternyata waktu yang terbuang adalah untuk pekerjaan
yang sebenarnya tidak terlampau penting bahkan malah untuk suatu pekerjaan yang sifatnya hiburan.
Mungkin dalam hal ini bisa diistilahkan kebanyakan iklan dibanding film nya. Misalnya sebenarnya kita
harus mencari bahan presentasi lewat searching di internet, eh malah banyakan chattingnya dari pada
cari bahannya.
 Ikut peran sertanya masalah hati dan perasaan
Namanya juga manusia, bukan robot, jadi kadang multitasking ini terganggu oleh permasalahan hati dan
perasaan. Kadang kita mengalami suasana hati yang tidak mengenakan sampai terganggu dalam
mengerjakan yang lain. Permasalahan hati dan perasaan bisa menyebabkan konsentrasi bubar, bahkan
tidak bisa berpikir dengan jernih sama sekali. Alhasil pekerjaan yang harusnya selesai jadi terbengkalai.
• CARA KERJA MULTITASKING
Pernah dengar kata ”kapabilitas” ? Biasanya kata tersebut dikaitkan dengan orang atau karyawan di
suatu institusi. Misalnya, untuk menduduki suatu jabatan maka dibutuhkan seseorang dengan
kapabilitas yang memadai. Si A tidak memiliki kapabilitas yang cukup untuk melaksanakan tugas itu, dan
si B lebih kapabel. Jadi apakah kapabilitas itu ?
Kapabilitas sebenarnya mengandung dua unsur kata, yaitu kapasitas dan abilitas. Kapasitas seorang
karyawan ditunjukkan oleh kemampuannya dalam menangani sejumlah volume tertentu pekerjaan.
Sedangkan abilitas atau kecakapan ditunjukkan oleh kemampuan karyawan menghadirkan suatu
kualitas proses dan hasil dari pekerjaan.
Jika abilitas biasanya lebih mengarah ke sisi teknis pelaksanaan pekerjaan, maka kapasitas biasanya lebih
mengarah ke sisi manajerialnya. Untuk bisa menangani volume pekerjaan yang lebih besar, seseorang
harus optimal dalam pemanfaatan waktu yang dimilikinya. Salah satu caranya yaitu dengan cara bekerja
multitasking. Dengan kemampuan multitasking yang baik, seorang karyawan akan mampu menangani
beberapa pekerjaan atau tugas sekaligus dalam rentang waktu yang sama, baik secara perseorangan
ataupun bersama tim yang dipimpinnya.
Memiliki tim yang besar, meskipun dilengkapi dengan banyak subtim di dalamnya, tidak menjamin
mampu menyelesaikan banyak ragam pekerjaan dengan volume yang besar. Hanya mengandalkan
kemampuan individu pemimpin dalam bermultitasking juga tidak banyak membantu tanpa kesiapan tim
untuk diajak bermultitasking. Pada level tim, pemimpin perlu memiliki kemampuan juga dalam hal
menciptakan kondisi tim yang kondusif untuk mendukung proses multitasking.
Beberapa cara berikut ini merupakan agenda belajar untuk meningkatkan kemampuan multitasking
dalam rangka meningkatkan kapasitas kerja, baik secara individu maupun tim.
Anda bukan yang paling pandai.
Apakah anda orang yang paling hebat dan paling pandai dalam tim anda ? Jika ya, anda beresiko menjadi
tempat tumpuan segala permasalahan, tempat menumpuknya pekerjaan, dan terjadinya ’delegasi balik’
dari bawahan anda. Anggota tim cenderung kurang maksimal upayanya karena ada yang bisa
diandalkan. Akibatnya sudah jelas, perhatian anda akan banyak tersita pada detail pekerjaan. Jumlah
keseluruhan yang bisa ditangani akan menurun.
Bukannya tidak boleh hebat. Anda perlu mengelola kehebatan tersebut agar tidak menyebabkan
kontraproduktif bagi tim keseluruhan. Kebetulan saya orang yang biasa-biasa saja sehingga tidak perlu
repot mengelola ’kehebatan’ saya. Dalam beberapa bidang tugas, saya memiliki tenaga-tenaga yang
lebih ahli dibanding saya. Dan salah satu sasaran kerja saya selain mencapai target pekerjaan adalah
membuat awak tim saya meningkat kemampuannya dari waktu ke waktu.
Mainkan perspektif.
Memiliki awak tim yang hebat bukan berarti kita lalu menjadi bebas dari semua beban pekerjaan. Sekali
waktu, apalagi dalam kondisi kritis, sangat penting kita bisa terjun langsung ke rincian permasalahan.
Keberadaan dan keterlibatan kita secara langsung sangat mempengaruhi psikologis tim kerja. Jika kita
terus saja menjaga jarak dari permasalahan, lama-lama kita akan ditinggalkan oleh mereka.
Namun jangan terlalu asyik terhadap satu permasalahan. Kita masih perlu memperhatikan tugas-tugas
lain yang berada dalam rentang tanggung jawab kita. Disinilah diperlukan kemampuan bermain
perspektif. Kapan kita menjauh atau melayang ke angkasa, kapan kita mendekat atau menginjak bumi.
Rincian tetap bisa diperhatikan, tugas keseluruhan masih tetap bisa dikendalikan. Dengan cara ini,
kualitas dan volume pekerjaan bisa didapat dua-duanya.
Buat rencana / sketsa garis besar semua tugas.
Mengelola banyak tugas tentunya membutuhkan manajemen tugas yang baik. Dan kita seringkali tidak
bisa mengendalikan sepenuhnya jenis requirement yang ada pada masing-masing tugas yang datang
pada tim kita. Baik jadwal, kualitas, volume, dan sebagainya. Disinilah diperlukan perencanaan yang
baik. Ajak semua yang terlibat untuk memberi masukan. Jadikan misi tersebut menjadi misi pribadi
mereka masing-masing, bukan sekedar sebagai pelaksana tugas.
Agar lebih menjamin tidak ada tugas yang tercecer, buat sketsa garis besar keseluruhan tugas dalam
satu halaman. Mengapa harus satu halaman ? Menyatukan tugas-tugas yang banyak dalam satu
halaman memberi efek psikologis kepada kita bahwa sebenarnya total volume tugas tidaklah terlalu
banyak. Serasa semua dalam genggaman pengendalian. Jelas batas-batas akhirnya, jelas batas-batas
penyelesaiannya.
Optimalkan semua tools yang ada.
Sekarang jaman kemajuan. Kita bekerja tidak lagi dengan mesin tik kuno. Sistem IT telah tersedia untuk
mempermudah dan menyederhanakan banyak tugas pekerjaan. Dengan bantuannya, semakin banyak
dan semakin luas rentang tugas yang bisa dikelola seseorang. Jadi manfaatkanlah IT secara optimal
dalam tugas-tugas kita.
Gaptek ? Itu hanya ada dalam pikiran saja. Gaptek hari ini, besok hari mestinya tidak lagi demikian.
Bagaimana mungkin anda hidup di jaman internet tapi tetap menggunakan sarana jaman purba, hanya
karena anda merasa tidak mampu memahaminya. Penghalangnya biasanya adalah perasaan lebih
senior, lebih tua, lebih pengalaman, lebih tinggi posisinya. Akibatnya ada perasaan sungkan untuk
belajar kepada rekan yang lebih muda. Untuk pengetahuan baru, singkirkan semua perasaan itu !
Nama : Sugiharto
Email : sugiharto@honda-ikb.com; odinkvigie@yahoo.com

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Toni Theme. Buat website atau blog gratis di WordPress,com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: